Sejarah Kekaisaran Bangsa Romawi

Sejarah Kekaisaran Bangsa Romawi

Kekaisaran Romawi yaitu periode pasca-Republik dari kemajuan Romawi kuno, dicirikan dengan pemerintahan yang dipimpin oleh kaisar yang senang bermain situs slot terpercaya. Dan kepemilikan area kekuasaan yang luas di dekat Laut Tengah di Eropa, Afrika, dan Asia. Republik berusia 500 tahun yang mendahuluinya sudah melemah dan tidak stabil akibat serangkaian perang saudara dan bentrokan politik, dikala Julius Caesar dinobatkan sebagai diktator seumur hidup dan lantas dibunuh pada tahun 44 SM.

Sejarah Kekaisaran Bangsa Romawi

Perang saudara dan pengeksekusian terus berlangsung, yang berpuncak pada kemenangan Oktavianus, putra angkat Caesar, atas Mark Antony dan Kleopatra dalam Pertempuran Actium serta ditaklukkannya Mesir. Setelah peristiwa-peristiwa di atas, dominasi Oktavianus menjadi tidak tergoyahkan dan pada tahun 27 SM, Senat Romawi secara legal memberinya dominasi penuh dan gelar baru Augustus pada situs slot online terbaru CERIASLOT, yang secara efektif menandai berakhirnya Republik Romawi.

Pemerintahan Kekaisaran Romawi bertahan sekitar kaprah-kaprah 500 tahun. Dua abad kesatu kekaisaran ditandai dengan periode kemakmuran dan kestabilan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dikenal dengan Pax Romana atau “Perdamaian Romawi”. Setelah kemenangan Oktavianus, luas Kekaisaran bertambah secara drastis. Setelah pembunuhan Caligula pada tahun 41, Senat dianggap bercita-cita untuk memulihkan dominasi Republik, namun Garda Praetorian memproklamirkan Claudius sebagai kaisar.

Sejarah Dari Kekaisaran Romawi

Romawi telah merasakan serangkaian panjang bentrokan internal, konspirasi dan perang saudara sejak akhir abad ke-2 SM dan seterusnya, beriringan dengan perluasan area besar-besaran ke luar Italia. Memasuki akhir periode ini, pada tahun 44 SM, Julius Caesar diusung sebagai diktator seumur hidup sebelum akhirnya dibunuh di hari perayaan valentine di saat itu. Faksi pembunuh Caesar diusir dari Roma dan diungguli dalam Pertempuran Phillipi pada tahun 42 SM oleh pasukan yang dipimpin Mark Antony dan putra angkat Caesar, Oktavianus. Antony dan Oktavianus tidak sependapat tentang pembagian Romawi dan pasukan Oktavianus sukses mengalahkan pasukan Antony dan Kleopatra dalam Pertempuran Actium tahun 31 SM.

Geografi dan demografi

Kekaisaran Romawi yakni di antara kekaisaran terbesar dalam sejarah, dengan area kekuasaan yang saling berdampingan di seluruh Eropa, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Frasa bahasa Latin imperium sine fine menampakkan ideologi tidak ada masa-masa ataupun ruang yang mengontrol Kekaisaran.

Bahasa

Bahasa Kekaisaran Romawi yaitu Latin. Berdasarkan Virgil, bahasa Latin yaitu sumber persatuan dan kultur bangsa Romawi. Hingga pemerintahan Aleksander Severus (222–235), sertifikat kelahiran dan surat wasiat penduduk Romawi sepatutnya ditulis dalam bahasa Latin. Latin yaitu bahasa legal pengadilan dan militer di seluruh Kekaisaran, namun penerapannya tidak dipaksakan secara legal terhadap masyarakat yang sedang di bawah dominasi Romawi.